VISI : TERWUJUDNYA KELESTARIAN KAWASAN HUTAN DAN FUNGSI HUTAN
YANG BERKEADILAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PASAMAN

Tim Penilai Pusluh Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tinjau dan Nilai Keltan HKm di Kab. Pasaman

Selasa, 26 Juli 2016 dishut

Kepala Dinas Kehutanan Kab. Pasaman Yozarwardi UP, S. Hut, M.Si dampingi tim penilai tingkat Nasional Lomba Wana Lestari Kategori Kelompok Tani pada hari Selasa (18/06) di Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman. Kedatangan Tim Penilai Pusluh Kementrian LHK ini bertujuan untuk mengumpulkan data di lapangan dan akan mempertimbangkan kelompok tani yang dinilai untuk diperingkatkan di tingkat nasional. Kelompok tani yang dinilai adalah kelompok tani Karya Setia Nagari Simpang Tonang yang diketuai oleh Desra Wardi, kelompok tani ini merupakan kelompok tani HKm yang menjadi binaan Dinas Kehutanan Kab. Pasaman dan dan baru saja menorehkan prestasi  ditingkat propvinsi  yaitu peringkat pertama di Sumatera Barat dalam hal pengelolaan hutan kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara penilaian ini dihadiri oleh Bupati Pasaman Yang diwakili oleh Bapak Hermanto dari Sekda Kab. Pasaman, Pusluh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bakorluh Propvinsi Sumatera Barat, BP2K, Dinas Kehutanan dan Camat. Dalam Sambutannya  Bupati Pasaman yang diwakili oleh Bapak Hermanto mengapresiasi pencapaian yang telah diraih oleh  kelompok Tani Karya Setia dan berharap Keltan Karya Setia ini dapat menjadi contoh bagi Keltan lain di Kabupaten Pasaman ini dalam hal pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, selain itu beliau berpesan agar tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih namun hendaknya bisa dipertahatankan.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kehutanan Kab. Pasaman Yozarwardi UP, S. Hut, M.Si juga menyampaikan Dinas Kehutanan Kab. Pasaman akan terus fokus terhadap pengelolan hutan berbasis masyarakat, baik melalui skema Hutan Kemasyarakatan maupun Hutan Nagari, menurut beliau Kelompok Tani Karya Setia ini telah mampu mengubah paradigma bahwa masyarakat juga mampu mengelola hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Berita Terkait : Kunjungan Dishut Kab. Pasman